Senin, 07 Maret 2011

Kepribadian Sehat Menurut Rogers, Maslow, Erich Fromm

Pertumbuhan kepribadian di tengah – tengah kita sangatlah minim diperhatikan baik itu dalam serangan dari luar dan dari dalam diri. Kebanyakan yang mengalami gangguan kepribadian adalah mereka yang kurang memhami betapa pentingnya kesehatan mental yang tumbuh dalam diri mereka masing – masing. Studi tentang potensi manusia untuk pertumbuhan sudah lama dia abaikan dalam psikologi yang pertama- tama memeriksa sakit jiwa bukan kesehatan jiwa. Akan tetapi dalam tahun – tahun belakangan ini, ahli – ahli psikologi yang jumlahnya meningkat mulai mengakui kapasitas untuk bertumbuh dan berkembang dalam kepribadian manusia.

Ahli – ahli psikologi pertumbuhan ini telah memilki suatu pandangan yang segar terhadap kodrat manusia . Apa yang mereka lihat adalah suatu tipe orang yang berbeda dari apa yang digambarkan oleh behaviorisme dan psikoanalisis, bentuk – bentuk psikologi tradisional. Ahli – ahli psikologi humanistic semakin kritis terhadap tradisi – tradisi ini, mereka percaya bahwa behaviorisme dan psikoanalisis memberikan pandangan – pandangan terbatas tentang kodrat manusia,mengabaikan punack – puncak yang akan didaki oleh orang – orang yang memilki potensi. Tuduhan dari pengeritik – pengeritik ini ialah bahwa behaviorisme memperlakukan manusia sebagai suatu mesin’’ suatu system komplek yang bertingkah laku menurut cara – cara yang sesuai dengan hukum. Selain itu da psikonalisis yang memberikan kita sisi pincang kodrat kita sebagai manusia yaitu pada tingkah laku , psikotis , neurotis.

Kepribadian Sehat menurut Carl Rogers

Carl Rogers adalah seseorang yang menyatakan pada terapi berpusat pada klien, dimana metode ini menganggap bahwa individu yang terganggu memilki suatu tingkat kemampuan dan kesaran tertentu dan mengatakan kepada kita banyak tentang pandangan rogers mengenai kodrat manusia. Rogers percaya bahwa orang – orang dibimbing oleh persepsi sadar mereka sendiri tentang diri mereka dan dunia sekitar mereka bukan oleh kekuatan – kekuatan tak sadar yang tidak dapat mereka kontrol.

Dalam karyanya dengan klien – klien, Rogers mempertahankan bahwa kepribadian harus diperiksa dan dipahami melalui segi pandangan pribadi klien, penglaman – pengalamannya sendiri.

Motivasi Orang sehat (Aktualisasi Diri)

Dalm system kepribadian aktualisasi diri yang memelihara , meningkatkan semua segi individu. Karena itu kecendrungan aktualisasi itu memungkinkan organism hidup terus dengan membantu dan mempertahankan kebutuhan – kebutuhan jasmaniah dasar.

Rogers juga percaya bahwa skecendrungan aktualisasi diri ini ditemukan dalam semua makhluk hidup . Karena makhluk hidup memilki prinsip untuk teatp dapat hidup serta adanya dorongan untuk maju , adaptasi dalam sebuah lingkungan, serta mengembangkan drinya.

Perkembangan Diri

Dalam sudut ini menggambarkan sebuah pengertian diri (self concept), Self concept disini merupakan gambaran yang dibentuk melalui suatu akibat dan akan bertambah kompleks interaksi – interaksi dengan orang lain. Adapun penghargaan positif (Positive Regard) , yaitu kebutuhan yang memaksa agar terpuaskan dalam pribadi. Selain itu adapula penghargaan postif bersyarat ( Conditional Positive Regard) dimana kebutuhan yang diberikan dengan rasa tulus , kenyamanan dan takkan hilangnya rasa kasih itu. Sebaliknya Penghargaan positif tanpa bersyarat ( unconditional positive regard) merupakan kebebasan yang diberikan kenyamanan serta kasih tanpa memperlihatkan dengan norma – norma yang telah ada .

Rogers Memberikan lima sifat orang yang berfungsi sepenuhnya

1. Keterbukaan pada Pengalaman

Merupakan kepribadian yang sangat fleksibel , yang tidak hanya melihat dari sudut pengalaman - pengalaman yang diberikan oleh kehidupan , tetapi juga dapat menggunakannya dalam membuka kesempatan – kesempatan persepsi dan ungkapan baru.

2. Kehidupan Eksistensial

Merupakn Kepribadian yang sehat dan terbuka kepada segala sesuatu momen yang terjadi serta terdapat struktur yang dapat berubah dengan mudah sebagai respon atas pengalaman momen yang berikutnya.

3. Kepercayaan Terhadap Organisme Orang sendiri

Sebagai pengalaman yang menghidupkan individu agar jauh lebih sehat dengan mempertimbangkan segi situasi serta memperhitungkan keputusan yang akan memuaskan .

4. Perasaan Bebas

Melihat dari berbagai pilihan serta tidak memilki perasaan bebas dikarenakan terlalu melihat masa depan tergantung hanya pada diri sendiri dan pandangan yang masih terlalu sempit

5. Kreativitas

Mereka spontan , memiliki penyesuain diri yang pasif dan mereka tidak menghiraukan orang lain dapat menerima perlakuan serta tingkah laku mereka.

Disini Rogers memberikan pandangan serta ketegasan mengenai hal penglihatan seseorang akan yang lain baik itu dari pengalaman serta tingkah laku yang hadir dalam setiap individu. Tentu menjadi sesuatu yang menarik yang perlu dipelajari serta didengar. Rogers juga memberikan persepsi tentang sifat aktualisasi dalam diri , agresifitas, persepsi lingkungan serta melihat konsekuensi dari prilaku individu dari suatu lingkungan. Rogers juga memperthankan bahwa kepribadian harus diperiksa dan dipahami melalui segi pandangan pribadi klien, penglaman – pengalamannya sendiri , maka demikian juga dalam kehidupan profesionalnya, dia percaya akan penglaman klie – kliennya. Realitas juga sangat bergantung dari penglaman – pengalaman perceptual seseorang.

Kepribadian Sehat menurut Abraham Maslow

Dia merupakan yang sangat memperhatikan dan memberikan sentuhan pada perkembangan psikologi kepribadian . dikarenakan ia memberikan model mengenai kepribadian Psikologi humasitik. Maslow juga menjelaskan kesehatan kepribadian bukan hanya dipastikan dari sisi orang yang memilki kepribadian yang kurang seperti orang gila, timpang, atau hal keadaaan terburuk, tapi ia memberikan bahwa kelebihan orang sehat dan kurang normal harus juga dipahami.

Maslow juga menyelidiki individu – individu ini dengan menggunakan bermacam – macam tekhnik interview, asosiasi bebas , dan projective techniques dengan orang – orang yang sudah mati – dan menyimpulkan bahwa semua manusia dilahirkan dengan kebutuhan – kebutuhan instinktif. Kebutuhan kebutuhan universal ini mendorong kita untuk bertumbuh dan berkembang, untuk mengaktualisasikan diri kita.

Dalam pandangan humanistic ini manusia memilki potensi lebih banyak daripada apa yang mereka capai. Maslow berpendapat bahwa apabila kita dapat melepaskan potensi itu, maka kita semua dapat mencapai keadaan eksistensi yang ideal yang ditemukannya dalam orang – orangnya yang mengaktualisasi diri.

Dorongan Kepribadian

Dalam pandangan msalow semua mnusia memilki kecendrungan yang dibawa sejak lahir untuk mengaktualisasikan diri. Dalam memuaskan kebutuahan yang berada dalam tingkatan terendah ; Kebutuhan fisiologis, kebutuhan akan rasa aman, kebutuhan memilki dan dicinta, kebutuhan akan penghargaan, dan aktualisasi diri.

Sifat – sifat Pengaktualisasi Diri

Aktualisasi diri merupakan suatu kebutuhan instinktif , namun aktualiassi diri sangat bergantung pada pengalaman pengalaman masa – masa kanak yang memudahkan atau menghambat perkembangannya kelak. Berbagai pengaktualisasikan diri :

  1. Mengamati Realitas Secara efisien
  2. Penerimaan Umum atas kodrat , orang lain dan Diri sendiri
  3. Spontanistas , Kesedrehanaan, kewajaran
  4. Fokus pada Maslah – maslah di luar negeri Mereka
  5. Kebutuhan akan privasi dan Independensi
  6. Berfungsi secara otonom
  7. Apresiasi yang senantiasa Segar
  8. Pengalaman – pengalaman mistik atau “ Puncak”
  9. Minat sosial
  10. Hubungan Antar Pribadi
  11. Struktur Watak Demokratis
  12. Perbedaan anatar Sarana dan Tujuan antara baik dan buruk
  13. Perasaaan Humor yang tidak menimbulkan permusuhan
  14. Kreativitas
  15. Resistensi Terhadap Inkulturasi

Dalam konsep seorang Abraham Maslow memberikan suatu penjelasan yang amsuk akal tentang apa sebabnya orang – orang yang kelihatannya memilki segala sesuatu. Sebab mereka tidak bisa menunjukan sesuatu yang khusus dalam kehidupan mereka. Mereka belum mengungkapakan perkembanagn mereka yang penuh dan memilki potensi – potensi yang tidak digunakan . Setelah memuaskan kebutuhan – kebutuhan yang lebih rendah, mereka mersa desakan kebutuhan untuk mengaktualisasikan diri. Orang yang yang mengaktualisasi diri secara baik adalah orang – orang yang sopan santun, jujur, dan penuh perhatian dan masyrakat dapat menjadi tempat kehidupan yang lebih cocok apabila lebih banyak di antara kita menampilkan sifat – sifat ini.

Kepribadian Sehat menurut Erich Fromm

Fromm melihat kepribadian hanya sebagai suatu produk kebudayaan. Karena itu dia percaya bahwa kesehatan jiwa harus di definisikan menurut bagaimna baik nya masyarakat menyesuaikan diri dengan kebutuhan-kebutuhan dasar semua individu, bukan menurut bagaimana baiknya individu-individu menyesuaikan diri dengan masyarakat. Karena itu kesehatan psikologis tidak begitu banyak merupakan usaha masyarakat.

Faktor kunci ialah bagaimana suatu masyarakat memuaskan secukupnya kebutuhan-kebutuhan manusia. Suatu masyarakat yang tidak sehat atau sakit menciptakan permusuhan, kecurigaan, ketidakpercayaan dalam anggota-anggotanya, dan merintangi pertumbuhan penuh dari setiap individu. Suatu masyarakat yang sehat membiarkan anggota-anggotanya mengembangkan cinta satu sama lain, menjadi produktif yang kreatif, mempertajam dan memperhalus tenaga pikiran dan objektivitasnya dan mempermudah timbulnya individu-individu yang berfungsi sepenuhnya.

Tetapi apabila kekuatan-kekuatan sosial mencampuri kecenderungan kodrati untuk pertumbuhan, Akibatnya ialah tingkah laku irasional dan neurotis, masyarakat-masyarakat yang sakit menghasilkan orang-orang yang sakit. Sebagai hasil perkembangan dari analisis-analisis historisnya, Fromm melukiskan hakikat keadaan manusia sebagai kesepian dan ketidakberartian. Menurut Fromm, kita adalah makhluk yang unik dan kesepian. Sebagai akibat evolusi kita dari binatang-binatang yang lebih rendah, kita tidak lagi bersatu dengan alam, kita telah mengatasi alam. Tidak seperti tingkah laku binatang, tingkah laku kita tidak terikat pada mekanisme-mekanisme instinktif.

Akan tetapi perbedaan yang sangat penting antara manusia dan binatang yang lebih rendah terletak pada kemampuan kita akan kesadaran diri, pikiran, dan khayal. Kita mengetahui bahwa kita akhirnya tidak berdaya, kita akan mati, dan terpisah dari alam.
Terdapat kebebasan kepribadian yang lebih besar dalam interaksi-interaksi dengan orang-orang lain dan dengan Allah, dan peranan-peranan sosial lebih fleksibel. Orang lebih mampu memilih kehidupan pribadi. Tentu saja, kita mencapai perasaan bebas yang lebih besar dengan mengorbankan ikatan-ikatan yang telah memberikan perasaan aman dan perasaan memiliki.

Akibatnya, ciri kondisi manusia ialah perasaan isolasi dan alienasi, tidak hanya dari alam tetapi juga dari masyarakat dan sesama kita manusia. Kita bebas dari perbudakan dan tata tertib sosial yang kaku, tetapi karena kita semakin tidak aman, maka kita tidak bebas mengembangkan potensi-potensi kita yang penuh, hakikat yang penuh dari diri kita.

Dorongan Kepribadian

Semua manusia sehat dan tidak sehat didorong oleh kebutuhan-kebutuhan tersebut, perbedaan antara mereka terletak dalam cara bagaimana kebutuhan-kebutuhan ini dipuaskan. Orang-orang yang sehat memuaskan kebutuhan-kebutuhan psikologis secara kreatif dan produktif. Orang-orang yang sakit memuaskan kebutuhan-kebutuhan tersebut dengan cara-cara irasional.


Fromm mengemukakan lima kebutuhan yang berasal dari dikotomi kebebasan dan keamanan:

1. Hubungan

Fromm percaya bahwa pemuasan kebutuhan untuk berhubungan atau bersatu dengan orang-orang lain ini sangat penting untuk kesehatan psikologis. Ada beberapa cara untuk menemukan hubungan. Beberapa cara adalah destruktif (tidak sehat), dan cara-cara lainnya konstruktif (sehat). Seseorang dapat berusaha untuk bersatu dengan dunia dengan bersikap tunduk kepada orang lain, kepada suatu kelompok, atau kepada sesuatu yang ideal, seperti Tuhan. Dengan menundukan diri, orang tidak lagi sendirian, tetapi menjadi milik dari seseorang atau sesuatu yang lebih besar daripada dirinya sendiri. Kemungkinan lain seseorang dapat berusaha untuk berhubungan dengan dunia dengan menguasainya, dengan memaksa orang-orang lain tunduk kepadanya.

2. Trasendensi

Erat hubungannya dengan kebutuhan hubungan ialah kebutuhan manusia untuk mengatasi atau melebihi peranan-peranan pasif sebagai ciptaan. Karena menyadari kodrat kelahiran dan kematian aksidental dan watak eksistensi yang serampangan, manusia didorong untuk melebihi keadaan tercipta menjadi pencipta, pembentuk yang aktif dari kehidupannya sendiri.

3. Berakar Cara yang ideal

Dengan mepertahankan ikatan-ikatan sumbang dalam setiap tingkat, seseorang menutup pengalaman-pengalaman tertentu dan membatasi cinta dan solidaritas hanya untuk beberapa manusia. Situasi ini tidak membiarkan perhatian, pembagian, dan partisipasi penuh dengan dunia pada umumnya yang merupakan suatu syarat untuk kesehatan psikologis.

4. Perasaan identitas

Proses dimana seseorang mencapai suatu perasaan tertentu tentang identitas diri. Sejauh mana kita masing-masing mengalami suatu perasaan yang unik tentang diri (selfhood) tergantung pada bagaimana kita berhasil memutuskan ikatan-ikatan sumbang dengan keluarga, suku, atau bangsa kita. Orang-orang dengan perasaan individualitas yang berkembang baik mengalami diri mereka seperti lebih mengontrol kehidupan mereka sendiri, dan kehidupan mereka tidak dibentuk oleh orang-orang lain. Dengan cara ini, identitas ditentukan berdasarkan kualitas-kualitas suatu kelompok, bukan berdasarkan kualitas-kualitas diri.

5. Kerangka orientasi Dasar

Semakin objektif persepsi kita, semakin juga kita berhubungan dengan kenyataan, jadi semakin matang dan semakin tangkas pula kita dalam menanggulangi dunia luar. Pikiran harus dikembangkan dan diterapkan dalam semua segi kehidupan. Suatu yang kurang ideal dalam membangun suatu kerangka orientasi adalah lewat irasionalitas.

Kepribadian yang sehat menurut Erich Fromm adalah pribadi yang produktif yaitu pribadi yang dapat menggunakan secara penuh potensi dirinya. Kepribadian yang sehat menurut Fromm ditandai beberapa hal antara lain pola hubungan yang sehat (konstruktif), bukan atas dasar ketergantungan ataupun kekuasaan dalam hubungan dengan orang lain, kelompok, dan Tuhan. Transendensi (kebutuhan untuk melebihi peran-peran pasif, melampaui perasaan tercipta menjadi pencipta yang aktif-kreatif). Perasaan berakar yang diperoleh melalui persaudaraan dengan sesama umat manusia, perasaan keterlibatan, cinta, perhatian, dan partisipasi dalam masyarakat. Perasaan identitas sebagai individu yang unik. Memiliki kerangka orientasi (frame of reference) yang mendasari interpretasinya yang objektif terhadap berbagai peristiwa.


Sumber :

Kholil Lur Rochman 2010. Kesehatan Mental. STAIN Press. Purwokerto

Chaplin.J.P. 1981. Kamus Lengkap Psikologi. PT. RajaGrafindo Persada.,Jakarta

Schultz Duane.1991.Psikologi Pertumbuhan.Kanisius. Yogyakarta

Minggu, 06 Maret 2011

Kepribadian Sehat dari sudut 3 Aliran

Psikoanalisa merupakan bagian dari psikologi yang tak bisa terlepaskan dari kekuatan alam bawa sadar , Manusia pada dasarnya ditentukan oleh energi psikis dan pengalaman-pengalaman dini. Inilah yang membuat banyak orang berdecak kagum dengan hasil hasil temuan seorang Freud, dan para pengikutnya dengan sebutan fruedian. Karena hasil temuannya membawa perkembangan ilmu psikologi serta penawaran pengobatan dan konsultasi dengan ilmu bawah sadar ini . Dikarenakan pemakan alam bawa sadar manusia lebih sering terpakai dibandingkan dengan alam sadar kita sesungguhnya. Keyakinan ini juga diikuti pengajaran pengetahuan tentang alam bawah sadar . selain itu ajaran ini juga dikembangkan oleh seorang wanita , yang tidak lain adalah anna freud yaitu anak dari Sigmund Freud. Inilah sebagian tentang psikologi analisa yng juga mncendrungkan emosi serta dorongan seksual yang lebih cenderung dalam perkembangan nafsu yang hadir dalam setiap Individual ;
• Manusia sebagai homo valens dengan berbagai dorongan dan keinginan
• Motif-motif dan konflik tak sadar adalah sentral dalam tingkah laku sekarang
• Manusia lebih didorong oleh dorongan seksual yang sangat agresif
• Perkembangan dini penting karena masalah-masalah kepribadian berakar pada konflik-konflik baik itu pada masa kanak-kanak yang direpresi serta masa bernjak dewasa yang sangat kompulsif. Dalam aliran Psikoanalisa ini bisa dibilang manusia adalah korban tekanan biologis dan konflik masa kanak-kanak. Aliran ini melihat dari sisi negative individu, alam bawah sadar (id,ego,superego, mimpi dan masa lalu.

Behaviorisme, yaitu sebagai aliran memperlakukan manusia sebagai mesin, yaitu di dalam suatu system kompleks yang bertigkah laku menurut cara-cara yang sesuai dengan hukum. Dalam pandangan kaum behavioris, individu digambarkan sebagai suatu organisme yang bersifat baik, teratur, dan ditentukan sebelumnya, dengan banyak spontanitas, kegembiraan hidup, berkreativitas, seperti alat pengatur panas.

Selain itu behaviorisme menekankan beberpa faktor dalam teorinya :

• Mementingkan faktor lingkungan

• Menekankan pada faktor bagian

• Menekankan pada tingkah laku yang nampak dengan mempergunakan metode obyektif.

• Sifatnya mekanis

• Mementingkan masa lalu

Jadi, manusia dilihat oleh para behavioris sebagai orang-orang yang memberikan respons secara pasif terhadap stimulus-stimulus dari luar dan manusia di anggap tidak memiliki diri sendiri.

Humanistik, Para ahli psikologi humanistik, telah memiliki sudut pandang yang segar terhadap kodrat manusia. Apa yang mereka lihat adalah suatu tipe individu yang berbeda dari apa yang digambarkan oleh behaviorisme dan psikoanalisa, yaitu bentuk-bentuk psikologi tradisional. Aliran ini menganggap setiap orang memiliki kemampuan untuk lebih baik.

Bagi ahli-ahli psikologi humanistik, manusia jauh lebih banyak memiliki potensi. Meskipun kebanyakan ahli psikologi humanistik tidak menyangkal bahwa stimulus-stimulus dari luar, instink-instink, dan konflik-konflik masa kanak-kanak mempengaruhi kebribadian, namun mereka tidak percaya bahwa manusia merupakan korban yang tidak dapat berubah dari kekuatan-kekuatan negatif. .

Manusia harus dapat mengatasi masa lampau, kodrat biologis, dan ciri-ciri lingkungan. Manusia juga harus berkembang dan tumbuh melampaui kekuatan-kekuatan negatif yang secara potensial menghambat.

Gambaran ahli psikologi humanistik tentang kodrat manusia adalah optimis dan penuh harapan. Mereka percaya terhadap kapasitas manusia untuk memperluas, memperkaya, mengembangkan, dan memenuhi dirinya, untuk menjadi semuanya menurut kemampuan yang ada.

Para pendukung gerakan potensi manusia mengemukakan bahwa ada suatu tingkat pertumbuhan dan perkembangan yang sangat diperlukan, yang melampaui’normalitas’. Mereka berpendapat bahwa manusia perlu memperjuangkan tingkat pertumbuhan yang lebih maju supaya merealisasikan atau mengaktualisasikan semua potensinya, dan tidak cukup hanya seseorang bebas dari sakit emosional. Dengan kata lain, tidak adanya tingkah laku neurotis atau psikotis, tidak cukup untuk menilai seseorang sebagai pribadi yang sehat. Tidak adanya sakit emosional hanya merupakan suatu langkah pertama yang diperlukan untuk pertumbuhan dan pemenuhan, karna seorang individu harus mencapai sesuatu yang lebih jauh lagi.

Struktur – Struktur dan Dinamika Kepribadian

Dalam Teori Kepribadian allport melihat dari traits dan tingkah laku manusia yang didorong oleh sifat – sifat. Adapun sikap elektis Allport nyata sekali dalam banyak konsepsi yang diterimanya sebagai sesuatu yang berguna untuk memahami tingkah laku manusia . allport berpendapat bahwa masing – masing pengertian refleks bersyarat, kebiasaan , sikap , sifat, diri, dan kepribadian itu kesemuanya masing – masing adalah bermanfaat.

Tetapi semua walaupun semua pengertian itu diterima dan dianggap penting. Namun tekanan utama diletakaannya pada sifat (trait), sedang disamping itu sikap (attitude) dan intense( Intentions) diberinya kedudukan yang kira – kira sama, sehingga ada yang menamakan psikologi Allport itu adalah “trait Psychology” . Dalam teori Allport ini kedudukan pengertian trait dapa tdibandingkan dengan kedudukan pengertian need pada Murray dan libido pada freud sentiment pada Mcdougall. Sebelum berbicara sampai mengunsur tentang trait itu terlebih dahulu marilah kita pelajari definisi Allport tentang kepribadian.

A. Kepribadian Watak dan tempramen

Secara singkat dia mendefisikan kepribadian itu sebagai”What a man really is”, dengan pandangan ini Allport memaknai kepribadian adalah organisasi dinamis dalam individu sebagai system psikofisis yang menentukancaranya yang khas dalam penyesuaian diri terhadap lingkungan.

Adapun watak sebagai penunjuk arti normative ataupun yang mengkarakter kepribadian . selain itu adapula tempramen yang merupakan disposisisi sangat erat hubungannya dalam faktor biologis serta fisiologi dan perananya dalam memodifikasi perkembangan.Salah satu sifat yang membuat seseorang berekasi diluar dari sensitivitas emosi perasaan yang ada..

Trait Kepribadian

` Trait adalah karakteristik atau kualitas yang membedakan, yang diukur dalam kontinum, yang mengarahkan perilaku individu. Trait bersifat konsisten dan cenderung tidak berubah sebagai reaksi terhadap stimulus-stimulus dari lingkungan.

Karakteristik Trait

1. Trait kepribadian adalah sesuatu yang nyata dan dimiliki oleh setiap individu, bukan sekedar konstruk teoritis semata untuk menjelaskan perilaku.

2. Trait menentukan dan menyebabkan individu berperilaku. Trait memotivasi individu untuk mencari stimulus yang sesuai dan berinteraksi dengan lingkungan untuk memunculkan perilaku.

3. Trait dapat ditunjukkan secara nyata. Dengan melakukan observasi selama beberapa jangka waktu tertentu kita dapat membuat kesimpulan berdasarkan bukti adanya trait-trait yang selalu muncul / konsisten sebagai respon individu terhadap suatu stimulus yang sama atau yang mirip.

4. Trait-trait yang ada saling berhubungan satu sama lain, dapat juga terlihat tumpang tindih. Sebagai contoh trait agresif dan trait hostility (permusuhan) adalah dua trait yang berbeda, tetapi keduanya berhubungan satu sama lain, yang kerap muncul bersamaan atau muncul setelah trait yang satu dalam perilaku individu.

5. Trait bervariasi tergantung pada situasi yang dihadapi. Misalnya seorang dapat menampilkan trait terorganisir / rapi pada satu situasi, namun pada situasi lainnya dia menunjukkan trait ketidakteraturan.


Kategori Traits

1. Personal Dispositions : Ini adalah jenis trait yang khas yang dimiliki oleh setiap individu, atau sekumpulan individu

2. Cardinal traits : Trait yang memiliki kekuatan pengaruh yang besar, sangat mudah meresap dalam setiap individu. Sebagai contoh nya adalah chauvinism dan sadisme. Tidak semua individu memiliki trait ini, dan sekalipun ada tidak selalu dimunculkan dalam setiap situasi.

3. Central Traits : Trait-trait yang menggambarkan perilaku individu (biasanya yang baik), seperti rasa belas kasihan, dsb. Setiap orang biasanya memiliki beberapa central trait ini.

4. Secondary Trait : Trait yang tidak terlalu besar pengaruhnya, yang kemunculannya tidak konsisten atau hanya bisa diidentifikasi oleh beberapa orang terdekat. Misalnya selera musik dan makanan favorit.

Sikap dan Kebiasaan

Kebiasaan adalah respon-respon spesifik yang konsisten diberikan terhadap suatu stimulus tertentu, sehingga pada akhirnya menjadi perilaku yang otomatis, dan lama kelamaan dapat membentuk trait. Misalnya kebiasaan mencuci tangan sebelum makan dan menggosok gigi sebelum tidur lama kelamaan akan membentuk trait, “ hidup bersih “.

Sikap memiliki pengertian yang sedikit mirip dengan kebiasaan, hanya saja sikap selalu memiliki objek sikap yang spesifik yang melibatkan evaluasi positif atau negative terhadap objek sikap tersebut.

Kepribadian dan Motivasi

Functional Autonomy of Motives

Menurut konsep ini orang dewasa yang matang dan sehat secara psikologis terbebas dari kungkungan pengalaman masa lalunya. Dorongan-dorongan dan kekuatan yang mengarahkan perilaku dan kehidupan individu adalah otonomi, atau kemandirian. Bisa saja individu masih memiliki keterkaitan dengan pengalaman masa lalunya, namun pengalaman masa lalu itu tidak lagi memiliki kekuatan, atau menjadi pengendali atas tindakan dan kehidupan masa kini atau masa mendatang individu.

Functional Autonomy ini terbagi menjadi dua, yaitu ;

1. Perseverative Functional Autonomy

Ini adalah tingkat otonomi fungsional yang paling rendah, ketika individu melakukan aktivitas atau kegiatan rutin sehari-hari. Pada manusia ketika kita melakukan kegiatan yang rutin dan akan selalu kita lakukan meskipun tanpa adanya penguatan eksternal atau reward.

2. Propiate Functional Autonomy

Merupakan tingkat otonomi fungsional yang penting dan esensial dalam memahami motivasi individu dewasa. Kata propiate sendiri berasal dari kata propium, yaitu terminology yang digunakan Allport untuk menjelaskan ego dan self. Berkaitan dengan self-image, nilai-nilai tertentu yang dianut dan gaya hidup. Tiga hal yang menjadi prinsip dari Propiate Functional Autonomy ini adalah :

- Tingkat pengorganisasian energy atau usaha yang dikerahkan

- Menjadi ahli dan kompeten

- Mempertahankan konsistensi dan integrasi kepribadian

Kepribadian Masa Dewasa : Individu dewasa normal dan sehat secara psikologis adalah individu yang mampu berfungsi secara mandiri tidak tergantung atau dikendalikan oleh motif-motif masa lalu / masa kanak-kanak. Mampu berfungsi secara rasional dan dengan sadar menciptakan gaya hidup mereka sendiri.

Kepribadian Individu Dewasa

Allport tidak banyak membahas tentang abnormalitas, tetapi dia lebih banyak berfokus pada pertumbuhan dan perkembangan kepribadian yang sehat dan positif. Kriteria kepribadian dewasa yang sehat dan positif antara lain :

1. Individu dewasa yang matang mengaitkan dirinya dengan lingkungan sosial dan aktivitas-aktivitas lain diluar dirinya sendiri

2. Individu dewasa yang matang mampu bergaul hangat dengan orang lain, mengembangkan intimasi, belas kasihan juga rasa toleransi.

3. Individu dewasa yang matang menunjukkan kemampuan penerimaan diri dan memiliki rasa aman secara emosional.

4. Memiliki persepsi yang rasional, mengembangkan keahlian dan talenta yang dimiliki serta memiliki komitmen terhadap pekerjaan.

5. Memiliki selera humor atau yang disebut Allport self-objectification, yang merupakan salah satu bentuk pemahaman dan pengenalan diri sendiri.

6. Memiliki keutuhan filosofi mengenai hidupnya, yang akan mengarahkan seluruh perilaku dan perencanaanya mengenai masa depan.

Assessment dalam Penelitian Allport

Allport menggunakan Personal Document Technique yang merupakan metode untuk mengetahui kepribadian yang melibatkan catatan-catatan harian, atau rekaman pembicaraan dengan subjek yang diteliti.

Nilai (Value)

Pada tahun 1920 seorang ahli bernama Eduard Spranger mengadakan penelitian mengenai minat dan motif, dengan meneliti nilai-nilai yang dimiliki individu tersebut. Allport sependapat dengan Spranger bahwasanya setiap individu memiliki nilai-nilai dalam kehidupannya, yang berbeda tingkat dominansinya, yang akan mempengaruhi kepribadiannya.

1. Nilai teoritis

2. Nilai ekonomis

3. Nilai estetika

4. Nilai sosial

5. Nilai politis

6. Nilai religious

Perilaku

Allport membedakan perilaku menjadi expressive behavior dan coping behavior. Coping behavior adalah perilaku yang dilakukan dengan terencana, secara sadar dan dilakukan untuk tujuan tertentu. Sementara expressive behavior adalah perilaku yang umumny muncul secara spontan, kadang susah untuk dirubah, tujuannya tidak jelas dan terencana seperti coping behavior. Misalnya, ketika seorang dosen mengajar dia akan memiliki copig behavior (mengajar berdasarkan urutan materi yang disediakan), sementara dalam proses penyampaian materi dosen akan banyak melakukan gerakan, bahasa tubuh, intonasi suara yang berubah-ubah yang tidak bisa dielakkan. Hal ini merupakan perilaku spontan yang secara tidak langsung menggambarkan elemen kepribadian yang dimiliki dosen tersebut.


Kesimpulan

Seorang Allport adalah ahli psikologi yang megabdikan hidupnya dalam perkembangan psikologi hingga sekarang . selain itu dia juga menulis beberapa buku yang berisikan tentang kepribadian , pembeljaran pengukuran dalam tes psikologi, ilmu pengetahuan psikologi , dan masih banyak lagi. Selain itu tulisan – tulisannya juga yang sangat kompleks dan khas (unik) daripada tingkah laku manusia, pengukuran pada konsepsi empiris dan melihat apa yang menghambat dalam kemajuan psikologi. Bagi seorang Allport kepribadian adalah masalah yang harus dihadapi dengan cara yang sebaik mungkin yang dapat dipergunakan pada dewasa ini, karena itulah maka dia memperhatikan soal – soal desas – desus , radio, prasangka, kepercayaan, sikap dan lain – lain persoalan manusia.

Banyak orang memandang bahwa ahli psikologi satu ini sangat memandang enteng dalam definisi psikologi kepribadian. Adapun yang melihat psikologi kepribadian dari hal masyarakat serta pemerintahan yaitu seorang Erich fromm . Ia melihat kepribadian dari latar belakang masyrakat dimana ia tinggal serta ia membandingkan kepribadian dari sudut filsafat serta realitas.

Sumber :

Baihaqi, MIF. (2008). Psikologi Pertumbuhan, Kepribadian Sehat Untuk Mengembangkan Optimisme. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya

Scultz, D. & Schultz, S.E. 1994. Theories of Personality. 4th edition. Brooks / Cole Publishing Company

Suryabrata Sumadi.1982. Psikologi Kepribadian. PT. RajaGrafindo Persada.,Jakarta

Chaplin.J.P. 1981. Kamus Lengkap Psikologi. PT. RajaGrafindo Persada.,Jakarta